Kumbang Menari

Posted on April 18, 2007. Filed under: Puisi |


Kumbang Menari
By : Dika Ananta Dasuarto

Dipenghujung malam
Langit hitam tanpa bulan
Samar terlihat kumbang tersesat
Diteras lampu taman

Kupandang gerak indahnya saat berputar
Menari menuai bayang-bayang
Menutup kegelisahan dihati
Saat rasa rindu mendera dada

Malam semakin larut
Rasa kantuk tak kunjung datang
Mengusir indah senyum kekasih
Bunyi sang kumbang tak hilangkan
merdu gema suara mu

Ku masih termenung menatap indahnya bintang
Ku masih di beranda
memandang kelangit
Samar kulihat sang kumbang menutup cantik bayang mu
Senyum mu semakin jauh
Ku tersadar …ada kias sang kumbang
Menuntun ku mengejarmu

Kumbang…sadarlah… aku tak bisa terbang
Mengejar kekasih hati di bintang
Ku berharap dia kan mengundang ku datang
Untuk temani mimpinya di awang
Sampai redup nafas kang menghilang
Bahagia selamanya…

Jakarta, 22 jam 10:30 malam
Dengarlah…
By : Dika Ananta Dasuarto

Kekasih…Saat kita jauh…
Dengarlah suara cinta di deburan ombak
melukiskan irama hidup
Kan tetap ada…mencari dan mencari

Tiap nafas kita…pasti kan ada dukanya
Ku berharap…Dadamu akan lapang untuk terima jemariku
Saat kau sendiri dikesepian malam
Izinkan aku datang tuk dendangkan tembang
Tentang indahnya cinta
Tentang birunya langit
Tentang harumnya rumput hijau
Tentang kisah pahlawan negeri
Agar kau tersadar…
Bahwa dikau tak sendiri

Dikesunyian mu
Cobalah dengar lagi suara hati
Inikah jalan yang bagus untuk di tempuh?
Masih bisakah kan terbuka hati
Buat cinta yang lain?

Ku  berharap…
Tangan ku tak kan patah untuk menggapaimu
Karena cinta putih ku
Telah lahir tak akan berpamrih
Dia kan mengalir terus seperti air sungai
Menyirami rasa haus mu
Akan kasih sayang dan cinta…
Untuk selamanya…

Jakarta, 22 jam 11:00 malam
Bimbang…
By : Dika Ananta Dasuarto

Dipersimpangan ini
Ada rasa bimbang di hati
Ku telah bertanya pada awan
Pada burung camar yg berlari
Semua bisu seperti batu

Ku terduduk dalam lamunan
Sejuta tanya bertumpuk di kepala
Akan benarkah langkah ku
Berlari mengejar mu?

Kekasih…
Beri aku satu kata…datanglah
Kan kuatkan tekat
Bahwa…pengejaran ini tak sia-sia
Walau kaki kan patah
Walau nafas tinggal sekarat
Ku tak akan kembali pulang

Jakarta, 23 jam 10:00 malam
Yang hilang biarlah Hilang
By Dika Ananta Dasuarto

Aku telah mencoba untuk berbuat terbaik untukmu
Hari-hari selalu bermimpi tentang kamu
Tiada khayal indah tanpa bayangmu
Tapi semua tak ada artinya lagi
Dunia ku bersama mu telah habis

Kini… saat sendiri datang menerpa
Kerinduan masih tersisa buat mu
Rasa benci masih kental
Sebesar rasa sayang ku padamu

Dunia kita dibangun dari kebohongan
Saat semua terbuka
Hanya borok yang kelihatan
Namun ku tetap agungkan kamu
Diam mu itu adalah bencana buat ku

Jakarta, 28 May 2002

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: