Cerita-cerita Cinta

Posted on April 18, 2007. Filed under: Cerpen |


Mudahnya berkata Cinta

Create by : Dika Ananta Dasuarto
Write type: Narration
Date      : 26 July 2002
Note       : Buat seorang teman yang lagi patah hati. Dengarkan lagu ini
Other      : Bila ada kejadian yg mirip dengan kisah ini, ini hanya kebetulan.

Deru pesawat  PAN Air line di hari Sabtu pagi itu begitu memekakan telinga. Pesawat baru saja meninggalkan bandara. Setidaknya itulah yang dirasakan seorang gadis cantik, yang sedang sibuk membuka bungkusan permen. Seorang pramugari baru saja menawarkan permen padanya. Ini perjalanan pulang baginya. Pulang dari liburan seminggu di tempat kekasihnya di kota Denvert USA.  Besok hari Senen dia mesti kerja lagi. Dan kota Los Angeles tempat dia menetap telah menanti kedatangannya. Berkumpul dengan keluarganya dan orang-orang yang dicintai. Demi cinta dia berkorban waktu dan uang. Sungguh pacaran jarak jauh itu terlalu berat buat dia. Tapi mau dikata apa. Demi cinta semua orang akan rela berkorban.

Banyak kenangan indah yang tersimpan di benaknya. Setidak-tidaknya dia percaya lagi akan cinta. Walau dia tahu pria yang dia cintai terlalu nakal buat ukuran dia. Tapi dia tak perduli. Mengingat wajah kekasih barunya dia teringat mantan kekasihnya saat di Jakarta.  Wajahnya mirip sekali. Cuma sifat dan kepribadiannya yang berbeda. Entah kenapa dia dari dulu selalu suka sama co yang nakal. Dia tersenyum kecil saat melihat awan putih yang bertebaran di samping pesawat. Putih indah menawan. Langit cerah dan sekarang memang musim panas.

Dia pun berkhayal jauh. Menerawang dibalik putihnya awan. Dia membayangkan indahnya kalau dia punya rumah kecil diatas awan itu. Tinggal berdua bersama kekasihnya. Mereka punya anak dan tiap hari berdansa diatas tumpukan awan. Bergulingan bak seperti main diatas salju.  Membesarkan anak berdua. Dan dia teringat dongeng neneknya tatkala dia kecil. Bahwa ada sebuah pohon besar yang menjulang ke langit dan itu adalah tangga untuk naik ke dunia awan yang dihuni para raksasa.  Dan suatu hari dipanjat oleh anak kecil yang sedang mencari ibunya. Dan pak raksasa yang jahat menyuruh dia turun kembali. Tapi istri raksasa yang baik hati menolong anak itu. Memberikannya sepotong roti dan air suci buat menjadi hidup abadi.  Dia membayangkan dialah istri raksasa yang baik hati itu. Tapi dia tak ingin kekasihnya menjadi raksasa yang jahat. Dia ingin membuat semua makluk hidup bisa abadi. Seperti abadinya cintanya pada kekasihnya. Sungguh khayalan yang indah.

Dia tersentak dari lamunan ketika ada sedikit goncangan dipesawat. Dia kaget. Mungkin hanya karena pesawat menabrak awan. Dia pun berkhayal lagi. Dia bertanya dalah hati. Mungkinkah kekasih barunya mempunyai rasa cinta sebesar cintanya padanya. Dia telah 30 tahun dan sudah saatnya dia berumah tangga. Dia ingin cepat akhiri masa lajangnya. Cukup sudah kenikmatan semu  yang dia rasakan selama ini. Dia telah lelah untuk berpetualang dari satu lelaki ke lelaki yang lain. Dia berharap ini adalah pilihan terakhir baginya. Dia ingin sekali menjadi wanita baik-baik seperti dia kecil dulu. Dia telah larut dengan banyak dosa. Mungkin karena dia gamang dan tak siap menghadapi budaya barat yang dia kenal ketika dia masih remaja. Semua telah terjadi dan dia hanya bisa menyesali nasip. Tapi dia masih optimis. Bagaimanapun dia masih cantik  Banyak cinta lelaki yang patah dikakinya. Dan pencarian ini agaknya telah sampai di titik dia harus berhenti untuk mencari. Dia tak ingin kehilangan lagi. Tapi mungkinkah?

Dia ambih walkman dalam tas nya dan dia putar CD. Westlife dengan lagu Soledad mengantarkan pada kenangan masa lalu.
If only you could see the tears in the world you left behind
If only you could heal my heart just one more time
Even when I close my eyes
There’s an image of your face
And once again I come I’ll relise
You’re a loss I can’t replace
Soledad
It’s a keeping for the lonely
Since the day that you were gone
Why did you leave me
Soledad
In my heart you were the only
And your memory live on
Why did you leave me
Soledad

Walking down the streets of nothingville
Where our love was young and free
Can’t believe just what an empty place
It has come to be
I would give my life away
If it could only be the same
TERJEMAHAN

WESTLIFE – Soledad

Jika terpikir tuk melepaskan rangkulanmu di dunia ini
Jika ada kesempatan tuk memperbaikinya sekali lagi
Ketika kupejamkan mataku
Disana ada khayalan tentang dirimu
Dan sekali lagi aku kan datang untuk membuktikannya
Kau menghilang,   aku tak dapat mengapaimu

Soledad
Karena mu aku kan tetap tuk menyendiri
sejak hari kepergianmu
mengapa kau tingalkan aku
Soledad
Hanya kau satu dihatiku
Dan memory bersama mu yang tetap hidup
mengapa kau tingalkan aku soledad
Berjalan tanpa arah tujuan
Dimana cinta kita yang bebas dan muda
Tak dapat dipercaya hanya kehampaan
Itu selalu datang
Akan kuberikan hidupku – hanya bila itu dapat seperti dulu lagi
—***—

Itu lagu mengingatkan dia, saat dia terlambat mengerti akan cinta seorang lelaki yang begitu memujanya.  Dia sadar disaat semuanya telah terlambat. Ada air mata menetes. Dia benci lagu ini. Rudi… Pria tampan dan amat cerdas yang dia kenal. Rudi lah yang benar-benar memperlakukan dia sebagai wanita. Menghargainya dan menghormati sebagai seorang manusia.  Rudilah yang menyadarkan dia sebentar buat keluar dari dunia kegelapan. Begitu dia menyebut dunianya. Tapi Rudi tak suka sex. Rudi terlalu alim. Itu yang dia tak suka. Rudi selalu berjalan di jalan yang bersih. Tiap dia meminta hanya malu yang dia dapat. Satu kekhilafannya saat itu yang dia amat sesali. Dia termakan hasutan teman-temannya yang sangat memandang rendah Rudi. Soalnya Rudi dari keluarga sederhanya dan kere.   Pernah dia diajak nonton malam minggu naik motor tua oleh Rudi. Dan di tengah jalan saat pulang motor itu mogok. Dia terpaksa berjalan jauh untuk menemukan bengkel yang masih buka. Dan kesabarannya hilang saat dia minta pulang duluan naik taxi. Sejak itu dia tak mau lagi diajak jalan naik motor. Dan Rudi sangat keras kepala tak mau naik mobil dia. Ketidak cocokan inilah yang membuat dia meninggalkan Rudi. Dan dia pun tanpa sesal saat itu memutuskan cinta Rudi.

Dia ingat sebelum dia berangkat ke Amerika pada suatu malam dia tak sengaja mendengarkan Radio swasta di Jakarta. Dan dia kaget saat itu, yang request lagu itu adalah Rudi dan lagu itu khusus untuk dia. Dan lagu itu tak lain tak bukan SOLEDAD yang dinyanyikan group musik Westlife. Sungguh saat itu dia tak mengerti arti lagu itu. Dan semuanya telah terlambat.

Enam tahun waktu berlalu setelah dia berpisah sama Rudi. Dia telah melupakan anak itu. Namun entah mukjizat apa yang terjadi tanpa sengaja dia bertemu Rudi di kota Attalanta. Waktu itu dia sedang berlibur ke rumah temannya disana. Saat naik Trend tak sengaja dia melihat Rudi diatas Trend itu bersama seorang wanita. Pertemuan itu sangat mengagetkan. Dia pun bertemu lagi dengan mantan kekasihnya. Tapi semua sudah terlambat. Wanita yang disampingnya adalah istrinya. Rudi yang sekarang bukan Rudi yang dulu lagi. Dia adalah dosen tamu di Georgia University sedang istrinya adalah salah satu mahasiswa pasca sarjana disana. Rudi sekarang sudah bergelar Doctor.  Dan jabatan Rudi sekarang ngak tanggung-tanggung. Disamping seorang dosen tetap di Jakarta, Rudi juga adalah salah satu kader partai politik dan menjadi staff ahli mentri. Masih muda dan prestasi nya sungguh luar biasa.

Mereka masih sering kirim-kirim email  Tapi hanya sebagai teman. Rudi sekarang sungguh jauh diatasnya. Dan dia hanya bisa mengenang kepahitan yang dia berikan ke Rudi dulu. Di salah satu emailnya Rudi bilang dengan jujur bahwa dia masih mencintai dia.  Tapi cinta yang lain tentunya. Sampai sekarang dia tak pernah menemukan lelaki sejati seperti Rudi.  Tidak juga pacar baru nya yang sekarang.  Dia ingat salah satu email dari Rudi berisi kiriman lagu yang di nyanyikan oleh group music Gun ‘N Roses. Judulnya Don’t Cry. Dia mengganti CD nya dan dia pun memutar lagu itu.
GUN ‘N ROSES – Don’t Cry

Talk to me softly
There’s something in your eyes
Don’t hang your head in sorrow
And please don’t cry
I know how you feel inside I’ve
I’ve been there before
Somethin’s changin’ inside you
And don’t you know

Don’t you cry tonight
I still love you baby
Don’t you cry tonight
Don’t you cry tonight
There’s a heaven above you baby
And don’t you cry tonight

Give me a whisper
And give me a sigh
Give me a kiss before you tell me goodbye
Don’t you take it so hard now
And please don’t take it so bad
I’ll still be thinkin’ of you
And the times we had…baby

And don’t you cry tonight
Don’t you cry tonight
Don’t you cry tonight
There’s a heaven above you baby
And don’t you cry tonight

And please remember that I never lied
And please remember
How I felt inside now honey
TERJEMAHAN
—***—

Enam bulan lalu dia kaget sewaktu menonton berita TV di CNN. Dia melihat wajah Rudi disana. Rudi ditangkap oleh pemerintah Philiphina. Dituduh sebagai anggota teroris, yang berkaitan dengan teroris penghancur gedung WTC di New York.  Tapi ternyata itu hanya fitnah dan sebulan kemudian Rudi dibebaskan bersama teman yang juga merangkap assiten atau penggawalnya.

Waktu berjalan terus dan pesawatnya pun kini telah mendarat di LA. Adiknya menjemput dia di Bandara. Semua kembali normal. Dan dia pun telah melupakan Rudi. Semua kembali normal. Dia sudah bekerja seperti biasa.

Kerinduan dia sekarang tertuju pada pacar barunya yang bernama Joni. Anak Indonesia asal Surabaya yang bekerja sebagi bartender di kota Denver. Dia kenal awal dari chatting. Dan kisah asmara pun dimulai dari dunia maya. Mungkin kesepian yang membuat dia tertarik masuk ke dunia itu. Dan wajah Joni yang mirip Rudi membuat dia tak mau kencan di dunia maya. Dia pun mengejar. Seminggu bersama Joni menumbuhkan rasa sayang dan cinta yang benar-benar tulus dari hatinya.

Tinggal seminggu berdua di apartment Joni, semua bisa terjadi. Dan dia pun tahu kehidupan Joni.  Joni yang nakal, yang selalu otaknya di penuhi sex dan sex. Dia tak bisa mengelak. Mungkin karena dia juga butuh. Sebab sudah setahun dia tak merasakan itu. Saat Joni tertidur pulas dia pandangi wajah kekasihnya dengan sayang yang tak berperi. Dia belai rambutnya, dipasangkan selimut dan diberi kecupan mesra di kening. Dia berharap Joni kan memperlakukan dia seperti dia memperlakukannya. Memberi kasih sayang dan cinta yang tulus.  Dia ngak peduli saat itu dengan kebiasaan Joni yang suka minum alcohol dan mengisap ganja. Bagi dia dunia seperti itu memang ngak aneh lagi. Toh dulu dia juga suka begitu. Tapi sekarang dia sudah tak begitu lagi. Yang dia tahu kebiasaan orang yang sedang cimeng selalu bawaannya slowly dan malas mikir. Yang dipikirkan hanya kencan dan sex. Ngak lebih. Maka rentetan dosanya pun bertambah.

Kenangan indah lain yang dia dapat saat seminggu bersama Joni adalah saat dia berdansa berdua. Di iringi lagu lembut Dolly Parton. Bagi dia Joni sangat Romantis. Saat dia sendiri malam itu dirumahnya dia putarkan lagi lagu itu. Sekedar mengingat indahnya bersama Joni.
Alison Krauss & Dolly Parton – Just When I Needed You Most

You packed in the morning
I stared out the window
And I struggled for something to say
You left in the rain without closing the door
I didn’t stand in your way
Now I miss you more
Than I missed you before
And now where I’ll find comfort, God knows
‘Cause you left me
Just when I needed you most
Yes, you left me
Just when I needed you most
Now most every morning
I stare out the window
I think about where you might be
I’ve written you letters that I’d like to send
If you would just send one to me
‘Cause I need you more
Than I needed before
And now where I’ll find comfort, God knows
‘Cause you left me
Just when I needed you most
Yes, you left me
Just when I needed you most
You packed in the morning
I stared out the window
And I struggled for something to say
You left in the rain without closing the door
I didn’t stand in your way
Now I love you more
Than I loved you before
And now where I’ll find comfort, God knows
‘Cause you left me
Just when I needed you most
You left me
Just when I needed you most
Oh, you left me
Just when I needed you most

—***—

Tiga bulan berlalu, semua terasa cepat berubah. Hubungan dia sama Joni selama ini hanya lewat voice di chat dan sesekali telepon. Tapi dia merasa Joni berubah. Joni terasa mulai menjahuinya. Susah di hubungi dan kalaupun bicara di chat tidak semesra dulu.  Apa yang dia takutkan terjadi juga. Dia pikir temannya berbohong kepadanya saat Joni menyanpaikan ke temannya bahwa dia tidak mencintai dirinya. Joni benar-benar telah menghancurkan hatinya. Saat diconfirmasikan soal ini, kepedihan yang dia dapatkan. Joni bilang dia tak bisa temani hidupnya buat kedepan. Dan putusnya cinta itu hanya di ungkapkan lewat telepon.  Dia pun menangis. Hatinya pun hancur. Kesedihan pun melanda. Dia menyesali nasipnya yang malang. Semua telah dia curahkan baik materi atau pun dirinya. Dia telah berkorban banyak. Termasuk biaya Joni saat balik ke Indonesia untuk menjenguk papanya yang sakit.  Dia yang tanggung. Tapi apa balasan yang dia dapat. Dia telah dihancurkan oleh don juan yang lain.

Kini dia duduk diatas kursi goyang papanya. Melamun kedepan sambil menikmati lagu baru yang dia dapatkan dari salah satu teman chat yang tinggal di Jakarta. Pennyanyinya group musik dari California yakni O-Town. Sungguh dia tak pernah dengar lagu ini. Dan anak yang mengirim lagu ini seolah-olah tahu apa yang sedang terjadi pada dirinya. Soalnya lagu ini pas banget buat kisah hidupnya saat ini.

I know when he’s been on your mind
That distant look is in your eyes
I thought with time you’d realize it’s over, over
It’s not the way I choose to live
And something somewhere’s gotta give
A share in this relationship gets older, older

You know I’d fight for you but how could I fight somone who isn’t even there
I’ve had the rest of you now I want the best of you I don’t care if that’s not fair

Cuz I want it all
Or nothing at all
There’s nowhere left to fall
When you reach the bottom it’s now or never
Is it all
Or are we just friends
Is this how it ends
With a simple telephone call
You leave me here with nothing at all

There are time it seems to me
I’m sharing you with memories
I feel it in my heart but I don’t show it , show it
Then there’s times you look at me
As thought I’m all that you could see
Those times I don’t belive it’s right I know it , know it

TERJEMAHAN

O-TOWN – All or Nothing
Aku tau dia ada di benak mu
pandangan yg jauh itu terlihat di matamu
dengan harapan akan sadar bahwa semua akan berachir
bukan lah kehidupan yg ingin ku jalani
dimana sesuatu dan apapun akan ku berikan
    …………………..
 
Kau tau akan ku buktikan segalanya …
tetapi bagaimana akan kubuktikan jika kau tidak pernah ada….
 
Karena ku ingin kan segalanya
atau tak kuingin kan segalanya….
Tiada lagi ku tahu ….
Jika kau raih sampai ke dasar….
Antara sekarang ….atau tak kan ada….
    
Ini kah ….segalanya
hanya lah ….persahabatan…..
beginilah mengahirinya….
Dengan ….. simple telephone call…..
Kau tinggalkan ku dengan kehampaan….
 
Disaat yg kurasakan….
Kuingat kau bersama dengan kenangan
Kurasakan di hatiku ….. tak pernah akan dapat ku perlihatkan,……
   
Disaat kau tatap ku
Seperti aku adalah segalanya
saat itu kutak percaya……..dan aku tau itu…
Dia mengambil tissu dan melap air mata yang jatuh.  Dia sudah tak percaya lagi akan cinta. Baginya sudah “BASI”. Terlalu gampang cinta terucap. Seperti kisah cintanya yang rata-rata tak lebih dari semusim jagung. Sungguh hampa sekali hidupnya. Dia masih sendiri di temaram malam. Kutukan apa yang telah menimpanya. Masih adakah cinta sejati buat hidupnya. Dia sudah tak percaya dan tak peduli lagi. Hari sudah menunjukan jam 2 malam di tempatnya. Itu artinya jam 2 siang di Jakarta. Computernya masih menyala dan dia sebenarnya masih online dengan salah satu teman chatnya yang lain.  Dia tak peduli akan kata-kata yang muncul dilayar monitor. Dia terlelap dalam kepedihan.  Esok hidupnya mesti dilanjutkan lagi.

Yang tertera dilayar monitor :
: Suz…are you there?
: Kok kamu teganya meninggalkan saya.
: Saya salah apa? Kenapa saya di cuekin?
BUZZ!
: Kamu mojok sama yang lain ya?
: Kamu tahu ngak, saya benar-benar menyukai kamu.
: Please…bicaralah sayang…
BUZZ!
: Suz…sejak saya mengenal kamu, saya benar-benar menyukai kepribadian kamu.
: Cinta saya telah tumbuh buat kamu…percayalah darling…
: Saya tak ingin kehilangan kamu…
BUZZ!

Tak lama kemudian temannya yang menginap dirumahnya terbangun dan datang ke ruangan itu. Dia melihat ke  monitor. Dia baca tulisan itu. Langsung dia balas.

: UDAH BASIIIIIIIIIIIII………….

Kemudian dia matikan computer. Dia papah anak itu ke kamar tidur. Bau alcohol tercium dari mulutnya. Dia pun mengomel. “Tuh kan kamu minum lagi!”
_________ THE END _________

Note: Semua teman-teman penulis di kantor, tertawa pas membaca bait terakhir. Khususnya tulisan yang ada di “monitor”. Penulis sendiri tak tahu itu akan bikin lucu. Penulis akhirnya tertawa. Tawa yang terlambat… HAHAHAHAHAHAHA….

QUIS: Siapakah nama gadis itu?
 

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: