Pantun – Gurindam 12

Posted on Juni 19, 2007. Filed under: Puisi |


Menanti cinta

By Dika Ananta (Gurindam 12)
1  Langit cerah berawan biru
2  Kicau burung bernyanyi sahdu
3  Jerit elang  sedang berburu
3  Semut geranggang berlalu maju
4  Pagi indah, sayang tanpa mu
5  Dinda pergi mengejar waktu
6  Kembali entah, berharap jemu
7  Banyak gadis coba bertamu
8  Sungguh tak tergantikan kamu
9  Bujuk lelah disusun rayu
10 Rayu habis penat badan ku
11 Apa lagi hendak di laku
12 Aku hanya cinta pada mu

-
1  Sawah kini kering kerontang
2  Coba ditanam biji dan kentang
3  Tak subur tumbuh malas dipegang
4  Dilihat tidak tengok pun jarang
5  Berkucil diri malang yang datang
6  Sesalkan hati sudah kepalang
7  Sayang dik sayang kepak telah terbang
8  Di pandang hanya bayang yang hilang
9  Entah kapan dinda kan pulang
10 Duduk di pintu dipandang ilalang
11 Nasip tak akan tersenyum senang
12 Bila dinda tak pernah datang

Memuja Cinta

By Dika Ananta Dasuarto

1  Perahu ini sempit dan rawan
2  Jerat tak muat membawa ikan
3  Oleng sedikit bisa kan karam
4  Siapa hendak bantu bertahan
5  Langit cerah tak berawan
6  Ingin berlabuh entahlah kapan
7  Angin laut belailah pelan
8  Hilangkan gerah kasihlah nyaman
9  Sampaikan kisah dan semua pesan
10 Untuk dinda terkasih yang menawan
11 Berhenti berdiri dekat jemuran
12 Jemputlah kanda di pelabuhan

-

1  Hari ini ku tulis surat berlipat
2  Berkata indah tersusun rapat
3  Berharap dikau kan melihat
4  Hingga teringat aku yang berharap
5  Pujaan hati kesinilah dekat
6  Ada cinta tak terukur berat
7  Waktu ke waktu telah ku lihat
8  Sungguh dinda yang ter cakap
9  Mungkinkah cinta kan terucap
10 Walau hanya pelan sekejab
11 Nanti lebaran kita makan ketupat
12 Kan ada anak tidur terlelap

Jkt, 19 Juni 2007 jam 15:29

Sendawa

By Dika Ananta Dasuarto

1  Ini cerita rakyat jelata
2  Anak terlahir bernama Sendawa
3  Ibu dan ayah telah tiada
4  Dibesarkan paman tercinta
5  Kecil lucu tersayang bunda
6  besar tumbuh gagah perkasa
7  Setiap hari dipematang sawah
8  Membajak dengan kerbau setia
9  Badan hitam berhati mulia
10 Taat selalu beribadah
11 Berguru silat di surau pak tua
12 Jadi pendekar adalah cita-cita

-

1  Pagi itu cerah ceria
2  Anak desa mulai bekerja
3  Langit indah cerah cuaca
4  Burung-burung bernyanyi juga
5  Sendawa mulai bekerja
6  Kerbau dibimbing jalan berdua
7  Siang datang lapar pun tiba
8  Anak lelaki datang bawa berita
9  Ada lomba di istana raja
10 Balap kerbau berhadia pula
11 Banyak emas dan permata
12 Ada putri mencari perjaka

-
1  Putri termenung di jendela
2  Berbaju kurung berselendang pula
3  Cantik rancak banyak dipuja
4  Berhati lembut berjiwa mulia
5  Mulai dipinang banyak raja
6  Tapi tak suka takut disiksa
7  Baginda bingung apa mau nya
8  Dipasang sayembara mencari perjaka
9  Suruh putri cari yang suka
10 Rakyat senang berpesta ria
11 Bulan shawal pesta kan tiba
12 Putri berharap itu tak ada

-

1  Pesta sudah dimulai
2  Banyak penari mulai melantai
3  Berbaju kurung benang terjurai
4  Sungguh elok berdandan anai
5  Sendawa datang berbaju tirai
6  Bertopi tinggi bulu menjulai
7  Dipandang gagah tampan aduhai
9  Ikut menari bersorak sorai
9  Raja datang lomba dimulai
10 Berharap akan dapat mempelai
11 Putri duduk senyum terurai
12 Dia melihat mulai berandai

-

1  Anak mentri duduk di depan
2  Anak datuk beralas dipan
3  Anak punggawa berdiri sopan
4  Rakyat jelata cukup di taman
5  Kasak kusuk di belakang tenda
6  Tempat raja duduk bersila
7  Punggawa kena terluka
8  Panah entah dari mana
9  Huru hara mulai menggila
10 Baginda marah tidak terkira
11 Putri di culik para durjana
12 Dibawa lari entah kemana
 

… bersambung.

Jakarta, 20 Juni 2007 jam :14:54
 

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

16 Tanggapan to “Pantun – Gurindam 12”

RSS Feed for Cerita cinta Comments RSS Feed

Gurindamnya bagus banget da.. buat siapakah itu?

Hehehe. Terimakasih. Ya itu buat siapa saja yang sedang kesepian dan jatuh cinta pula. Kalau dik Etin masih sendiri, boleh tuh dihadiahkan untuk mu, hehehe. Salam sayang aja…

berharap tak jemu
gurindam terus maju!!!
semangat!!! hehehe…

Menanti cinta itu bukan Gurindam 12 kali..
harusnya 13 tuh… (nomor 3 nya 2 X) :))

Hehehe… Bi Vitta jeli aja. Ya salah ya, nomor 3 aja 2 kali muncul. Jadi tiga belas deh. Kalau gitu…satu itu anggap aja bonus buat ibu. hehehe. Thanks

ini bikin puisi atau bikin program?
kok tiap baris ada angkanya. Kayak visual basic aja. hehehehe…

pls make some music for this wbsite coz there no
is no fun for it

Dasar programmer, tidak jauh jauh dari number line…(seperti clipper) he..he..

Aku hanya cinta pada mu

ikutan nimbrung
jika boleh duduk disini
ikutan bergabung
teman2 saya disini

bagus…. keep the good work! coba bikin yg lucu2, agak humor.. aku kok jd sedih bc-nya… hiks

jadi.. bagus. cm sedih hikss

When i read it.. sounds like you are in love, are you?

Shafira… thanks commentnya. Hari gini jatuh cinta? Kenapa tidak… cinta harusnya selalu hadir dari detik ke detik di hidup kita. Bukan begitu cantik? hehehe…

kulaian cahaya mentari tlah menerangi kalbu bahasa cinta menerobos lembut from author

cinta ituh datang bukan dari detik demi
detik tapi cinta datang dari rasa kasi sayang yang ingin memiliki sebuh cinta dan sebuh perasan dan sebuh ketulusan hati bila hati sudah berbicara tidak bisa kamu menolak nya kerena yang pertama bila kamu mencintai seseorang wanita pasti hati yang duluan berbicara kerna cinta
penuh dengan sejuta
harap pan ya kain kan lah dengan hati berbicara tentang cinta dan yakin kan lah dengan hati yang paling dalam


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: